• Juni 4, 2024

Truk Boks Hantam Pagar Didepan Gedung Kantor DPR RI

Kecelakaan tunggal terjadi di kawasan gedung DPR/MPR RI, Jakarta Sentra, pada Selasa (4/6/2024). Sebuah truk boks menubruk pagar dan tembok dekat gerbang utama gedung DPR/MPR hingga rusak.

Peristiwa kecelakaan terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial. Rekaman video berdurasi 50 detik itu menampilkan detik-detik kecelakaan terjadi.

Menonjol truk boks melaju dengan kecepatan tinggi. Sopir tiba-tiba oleng hingga menghantam pembatas jalan dan pagar. Dampak kejadian itu, truk boks terbalik.

Saat dikonfirmasi, Kasie Laka Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Diella Kartika Artha menjelaskan, truk boks melaju dari arah timur menuju ke arah barat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Sentra. Truk boks dikemudikan YK dan ada seorang penumpang berinsial H.

Diella melanjutkan truk boks diduga kurang hati-hati sehingga kecelakaan bahkan tak terhindarkan.

“Truk setibanya di depan gedung MPR/DPR RI diduga kurang konsentrasi dan hati-hati sebab jalan berair dampak hujan. Akhirnya tergelincir, kemudian menubruk trotoar jalan dan pagar gedung MPR/DPR RI,” kata Diella terhadap wartawan, Selasa (4/6/2024).

Diella mengatakan kecelakaan tunggal mengakibatkan kerusakan pada kendaraan, trotoar dan pagar gedung. Tak cuma itu, penumpang truk juga mengalami luka-luka. “Penumpang luka pada kepala komponen kanan di atas telinga,” ujar Diella.

Kasus kecelakaan itu sekarang ditangani demo mahjong ways 2 Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.

Menurut Whisnu, penyidik akan mengirimkan kembali berkas perkara TPPU dengan tersangka Panji Gumilang ke Penuntut Biasa. Sejauh ini, jaksa telah memberikan tanda agar penyidik Polri dapat melengkapi berkas Panji Gumilang.

“Mengirimkan kembali berkas perkaranya ke JPU di Kejaksaan Agung,” terang Whisnu.

Dikenal, Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan status tersangka Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Panji Gumilang oleh Bareskrim Mabes Polri.

Putusan untuk Panji Gumilang hal yang demikian dibacakan oleh hakim tunggal Setiono di PN Jakarta Selatan.

“Menolak permohonan praperadilan seluruhnya, kata Hakim Estiono dalam amar putusannya, Selasa (14/5/2024).