• Februari 28, 2024
Nurhayati Subakat

Sepak Terjang Ratu Kosmetik RI Pemilik 14 Merek Kecantikan

Dalam lebih dari satu tahun terakhir, brand kecantikan lokal mendominasi pasar Indonesia, berhasil menggeser produk-produk Korea dan Jepang. Industri kecantikan berkembang pesat gara-gara meningkatnya kesadaran penduduk untuk menjaga diri. Kehadiran e-commerce terhitung ikut menopang perkembangan industri tersebut.

Salah satu sosok paling berpengaruh di balik cemerlangnya industri kecantikan lokal adalah Nurhayati Subakat. Dia adalah pendiri Paragon Corp, perusahaan yang membawahi 14 brand kecantikan, terhitung Wardah, Make Over, Tavi, OMG, Emina, Putri, Kahf, dan masih banyak lagi , Selain itu disni kami juga akan sedikit membahas tentang permainan judi online yang tersedia dari link situs slot server jepang

Lantas, bagaimana sepak terjang Nurhayati Subakat semasa hidup?

Nurhayati lahir di Padang Panjang, 27 Juli 1950. Sejak kecil dia dikenal sebagai anak yang cerdas. Kecerdasan inilah yang membuatnya sanggup masuk ke sekolah paling baik di tiap jenjang pendidikan terhitung berhasil menembus Institut Teknologi Bandung (ITB) terhadap 1971.

Di ITB, Nurhayati mengambil jurusan farmasi. Dia berkuliah sepanjang 4 tahun dan kala kelulusan berhasil meraih predikat lulusan terbaik, baik itu di jenjang sarjana dan kuliah profesi.

Meski demikian, predikat lulusan paling baik yang disandangnya tak membuat Nurhayati berhasil didalam menjalani kehidupan pasca kampus. Sama layaknya mayoritas segar graduate lain, dia terhitung sempat merasakan frustrasi gara-gara tak ada perusahaan yang rela menerimanya.

“Saya kerap kali tidak diterima kala melamar kerja dan itu berkali-kali. Awalnya aku bercita-cita jadi dosen, tapi aku ditolak,” katanya, kepada civitas ITB 2019 silam.

Setelah berulangkali sanggup penolakan, Nurhayati akhirnya diterima kerja juga. Pekerjaan pertamanya adalah apoteker di rumah sakit. Namun, pekerjaan ini tak berlangsung lama gara-gara dia mesti tukar ke Jakarta dengan suami.

Sempat jual sampo berasal dari rumah ke rumah

Saat di Jakarta, perempuan Minang itu memulai ulang hidup berasal dari nol. Dia cari kerja ulang hingga diterima. Lalu, lebih dari satu tahun kemudian resign karena mengurus anak. Saat mengurus anak inilah, dia terpikir untuk jadi wirausaha.

“Dengan berbekal pengetahuan yang didapat kala kuliah dan pengalaman kerja, aku bertekad terhubung usaha kosmetik yang berkwalitas dengan harga bersaing,” kata Nurhayati.

Maka, dia pun menjual sampo perempuan brand Putri terhadap 1985 di bawah bendera Pusaka Tradisi Ibu (PTI).

Pada awalnya, usaha Nurhayati hanya kecil-kecilan. Bergerak secara home industry dan dipasarkan berasal dari rumah ke rumah. Tak gampang baginya untuk usaha sampo gara-gara telah banyak pemain di pasaran.

Perlahan tapi pasti, sampo Putri merasa laris di pasaran. Untuk menambah produksi, dia pun mendirikan pabrik lebih besar terhadap 1990. Sayang, eksistensi pabrik itu tak lama gara-gara kebakaran dan terancam pailit.

Nurhayati pun terpuruk. Dia bimbang mesti melanjutkan usaha selanjutnya atau tidak.

Pioner kosmetik halal

Setelah bisnisnya terpuruk, Nurhayati mendapat secercah harapan kala pemerintah gencar mensosialisasikan product halal. Dia lihat kala itu belum ada product non-konsumsi yang tersertifikasi halal, khususnya di dunia kosmetik. Alhasil, perusahaan pun mengalihkan target pasar kepada jutaan muslimah pada 1995.

“Alasannya tak lain gara-gara mereka percaya pangsa pasar selanjutnya lumayan besar dan para wanita perlu ketenangan didalam merias wajah,” tulis Tren Hijaber didalam Dunia Fashion Indonesia.

Sejak itulah PT Pusaka Tradisi Ibu ulang eksis. Mereka membuat product kosmetik bernama Wardah yang mengusung jaminan halal. Apa yang dilihat Nurhayati ihwal kesempatan kosmetik halal terhadap pada akhirnya terbukti. Wardah sukses di pasaran.

Dari sini, Nurhayati mulai menapaki tangga kesuksesan. Namanya merasa harum di industri kosmetik berasal dari pasar lokal. Begitu pula Pusaka Tradisi Ibu yang sesudah itu berubah nama jadi PT Paragon Technology and Innovation terhadap 2011. Perubahan nama ini dibarengi pula oleh usaha yang beranak-pinak

Saat ini, Paragon Corp telah jadi pemain mutlak didalam industri kecantikan di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 30%.