• Mei 14, 2024

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tegaskan Megawati dan Prabowo Miliki Hubungan Bagus

Sekretaris Jenderal PDI Pengorbanan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, relasi antara Ketua Biasa PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto dalam kondisi bagus. Itulah hari ini.

Terkait ucapan Prabowo menyebut Sukarno yang bukan milik satu partai saja dan dianggap menyinggung PDIP pada Rakornas Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta pada Kamis, 9 Mei 2024, Hasto juga menanggapinya dengan santai.

Tetapi, ia juga tidak menampik bahwa ada ikatan emosi antara PDIP dengan Sukarno alias Bung Karno. Sebab, kata Hasto, PDI Pengorbanan secara konsisten menjabarkan pandangan baru, gagasan, pemikiran, cita-cita Bung Karno dalam segala napas kehidupan partai dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, viral sebuah rekaman video aksi pungutan liar (pungli) yang terjadi di sekitar lingkungan Masjid Istiqlal Jakarta. Dalam video hal yang demikian salah seorang pengendara kendaraan beroda empat mengaku diminta upah Rp150 ribu untuk jasa parkir liar di luar Masjid Istiqlal.

Terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @info_jakartapusat, perekam video menonjolkan tiga orang pria yang diduga menjalankan praktik pungli.

Perekam video yang juga pemilik kendaraan kendaraan beroda empat mempertanyakan harga yang dipatok parkir liar sebesar Rp150 ribu. Korban menonjol saling beradu mulut dengan tiga orang pria yang yaitu pelaku pungli. Seorang juru parkir liar yang mengenakan baju hangat putih menerangkan alasannya mematok harga Rp150 ribu hal yang demikian.

Merespons hal hal yang demikian, Kapolres Metro Jakarta Sentra Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyebut sekiranya rekaman yang viral hal yang demikian yaitu video lama. Salah seorang pelaku juga sudah dicokok.

Berita terpopuler lainnya yaitu terkait Anan Nawipa, anggota Kategori Kriminal Bersenjata (Anggota KKB) yang mengaku membunuh Danramil 1703-4/Aradide, Letda Oktovianus Sogalrey sebab benci dengan TNI/Polri.

Anan Nawipa sendiri sudah dicokok Regu Satgas Tentram Cartenz beberapa waktu lalu. Tentram itu seperti disampaikan Kaops Tentram Cartenz, Kombes Pol Faizal Ramadhani.

Anan Nawipa menjalankan penghilangan nyawa orang lain itu bersama 6 rekannya, yaitu Osea Satu Boma, Jemi alias Yegetaka Degei, Yakob Bonai alias Bonai Bon, Yakobus Nawipa, Kleibou Nawipa, dan UKM. Dimana, ia ikut berperan mengambil telepon seluler milik Lettu Oktovianus.

1. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Tegaskan Megawati dan Prabowo Miliki Hubungan Bagus

Sekretaris Jenderal PDI Pengorbanan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, relasi antara Ketua Biasa PDIP slot77 40Megawati Soekarnoputri dan Presiden RI terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto dalam kondisi bagus.

\\\”Selama ini, seperti yang kerap kami sampaikan bahwa secara pribadi relasi antara Ibu Megawati Soekarnoputri dan Pak Prabowo yaitu relasi yang bagus, saling menghormati dan juga mempunyai kesejarahan yang panjang,\\\” ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menemani Megawati dalam kunjungannya ke Galeri Nasional Indonesia, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Sentra, Senin, 13 Mei 2024.

Sementara terkait ucapan Prabowo menyebut Soekarno yang bukan milik satu partai saja dan dianggap menyinggung PDIP pada Rakornas Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta pada Kamis 9 Mei 2024, Hasto juga menanggapinya dengan santai.

2. Viral Parkir Liar di Sekitar Masjid Istiqlal Dipatok Rp150 Ribu, Pelaku Ditangkap Masjid

Viral sebuah rekaman video aksi pungutan liar yang terjadi di sekitar lingkungan Masjid Istiqlal, Jakarta. Dalam video hal yang demikian salah seorang pengendara kendaraan beroda empat mengaku diminta upah Rp150 ribu untuk jasa parkir liar di luar Masjid Istiqlal.

Terlihat dalam video yang diunggah akun Instagram @info_jakartapusat, perekam video menonjolkan tiga orang pria yang diduga menjalankan praktik pungli.

Perekam video yang juga pemilik kendaraan kendaraan beroda empat mempertanyakan harga yang dipatok parkir liar sebesar Rp150 ribu. Korban menonjol saling beradu mulut dengan tiga orang pria yang yaitu pelaku pungli.

Seorang juru parkir liar yang mengenakan baju hangat putih menerangkan alasannya mematok harga Rp150 ribu hal yang demikian.

Merespons hal hal yang demikian, Kapolres Metro Jakarta Sentra, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menyebut sekiranya rekaman yang viral hal yang demikian yaitu video lama. Salah seorang pelaku juga sudah dicokok.

\\\”Anggota video lama dan salah satu pelaku sudah dicokok,\\\” kata Susatyo saat dikonfirmasi, Senin 13 Mei 2024.

3. Anggota KKB Anan Nawipa Beber Alasan Tembak Danramil Aradide Letda Inf Oktovianus

Anan Nawipa, anggota Kategori Kriminal Bersenjata (KKB) mengaku membunuh Danramil 1703-4/Aradide, Letda Oktovianus Sogalrey sebab benci dengan TNI/Polri. Anan sendiri sudah dicokok Regu Satgas Tentram Cartenz beberapa waktu lalu.

\\\”Anan Nawipa mengakui kelompoknya lah yang menjalankan penghilangan nyawa orang lain kepada Danramil 1703-4/Aradide sebab mereka amat membenci anggota TNI-Polri,\\\” kata Kaops Tentram Cartenz, Kombes Pol Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Senin, 13 Mei 2024.

Anan menjalankan penghilangan nyawa orang lain itu bersama 6 rekannya, yaitu Osea Satu Boma, Jemi alias Yegetaka Degei, Yakob Bonai alias Bonai Bon, Yakobus Nawipa, Kleibou Nawipa, dan UKM. Dimana, ia ikut berperan mengambil telepon seluler milik Lettu Oktovianus.

Peran pelaku KKB Anan Nawipa yaitu pemegang Mendiang milik Danramil 1703-04 Aradide. Anan Nawipa mengakui selama ini ia yaitu anggota KKB aktif yang selalu mengikuti aksi-aksi yang dilaksanakan oleh KKB Paniai pimpinan Osea Satu Boma,\\\” kata Faizal.