• Mei 2, 2024

Menag Sebut Jemaah RI Akan Bisa “Smart Card”

Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Quomas bersua secara seketika dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al Rabiah.

Dalam pertemuan itu, Yaqut mengatakan jemaah haji asal Indonesia akan menerima pelayanan terbaik dari kerajaan Arab Saudi.

“Tentu kita bersyukur, Indonesia ini negara yang menerima keistimewaan dari Kerajaan Saudi Arabia sehingga didatangi demikian banyak delegasi yang dipimpin seketika oleh Pak Menteri Haji dan Umrah untuk menetapkan bahwa Jemaah Haji Indonesia nanti menerima pelayanan yang terbaik dari Kerajaan Saudi Arabia,” kata Yaqut dalam keterangan tertulis, Kamis (2/5/2024).

Menurut Yaqut, salah satu pelayanan terbaik itu diperoleh melalui smart card haji Indonesia.

Sementara itu, Tawfiq menyebut, semua jemaah haji dunia depo 10k menerima smart card hal yang demikian, tapi jemaah haji Indonesia yang pertama menerima pelayanan smart card ini.

“Jemaah Haji yang pertama kali menerima kartu ini ialah jemaah Haji dari Indonesia. Kartu elektronik ini ialah kartu yang memang dijadikan khusus untuk memberikan pelayanan kepada Jemaah Haji,” tuturnya.

Menteri Haji Arab Saudi itu menyebut, smart card atau kartu sah keberangkatan haji ini ialah hukum dari Kerajaan Arab Saudi untuk mempermudah jemaah dalam mengakses informasi yang berhubungan dengan haji.

Kartu hal yang demikian, sebut ia, akan membantu jemaah untuk mengetahui lokasi-lokasi yang ada di daerah pelaksanaan ibadah haji.

“Dan di kartu hal yang demikian juga ada sertifikat selesai mengerjakan ibadah haji sehingga itu bisa menjadi kenangan yang indah bagi yang telah mengerjakan ibadah haji,” ujarnya.

Tawfiq mengatakan, pengaplikasian smart card ini juga untuk mencegah masuknya jemaah Haji dengan visa di luar prosedural.

“Jadi jemaah yang bisa mengerjakan ibadah haji ialah jemaah yang hanya memiliki visa haji sah dari Pemerintah Arab Saudi,” tandasnya.