• Mei 13, 2024

Kepala Bea Cukai Purwakarta Dicopot Usai Tudingan Tajir Melintir hingga Dilaporkan ke KPK

Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) KementeriaKepala Bea Cukai Purwakarta Keuangan sudah membebastugaskan Kepala Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendi berakhir dikerjakan pemeriksaan internal.

Pemeriksaan ini menindaklanjuti laporan seorang advokat bernama Andreas terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menuding Kepala Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy memiliki kekayaan janggal hingga Rp 60 miliar hasil dari kerja sama bisnis dengan kliennya bernama Wijanto Tirtasana dalam kurun waktu 2017 hingga 2023, tetapi tak dilaporkan di LHKPN.

Nirwala mengatakan, Bea Cukai sudah mengerjakan pemeriksaan internal terhadap Rahmady Effendi. Dari hasil pemeriksaan tersebut menemukan indikasi terjadinya benturan kepentingan yang juga ikut melibatkan keluarga yang bersangkutan.

“Untuk memudahkan proses pemeriksaan lanjutan pantas dengan ketetapan yang berlaku,” ujar Nirwala.

Tajir Melintir
Sebelumnya, Kepala Bea Cukai Purwakarta, Rahmady Effendi slot77 login buka suara perihal dirinya yang dituding memiliki harta kekayaan yang tajir melintir hingga dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, hal tersebut cuma opini yang dibangun kaitannya dengan posisinya.

“Aku dituduh mengerjakan intimidasi, mengancam bahkan memeras. Walaupun yang terjadi justru sebaliknya. Aku disomasi dengan ancaman, antara lain akan dilaporkan ke KPK, Kementerian Keuangan, Kepolisian, dan lain-lain, lalu dibangun opini via media yang tak ada kaitan dengan posisi saya sebagai penyelenggara negara,” kata Rahmady dalam keterangannya, Rabu (8/5).

Menurut dia ada sejumlah pihak yang mencoba memutar balikan fakta hingga menimbulkan fitnah. Kata Rahmady, laporan terhadap dirinya ke KPK dan Polda Metro yang dikerjakan Wijanto Tirtasana via kuasa tata tertibnya hanyalah trik untuk lari dari tanggung jawab.

“Pemicunya, pada 6 November 2023, Saudara Wijanto dilaporkan ke Polda Metro dengan dugaan mengerjakan serangkaian tindak pidana saat menjabat CEO perusahaan trading PT Mitra Cipta Agro,” pungkasnya.

Perusahaan Swasta
Di satu sisi perihal berdirinya PT Mitra Cipta Agro, istri Rahmady Margaret Christina menjelaskan perusahaan itu sepenuhnya yakni perusahaan swasta yang dia dirikan bersama sahabat-sahabat pada 2019.

Saat itu, para pemegang saham setuju menunjuk Wijanto Tirtasana sebagai CEO.

“Wijanto kami angkat, salah satunya dengan pertimbangan yang bersangkutan cukup mumpuni untuk mengerjakan perusahaan,” kata Margaret.

Pada saat PT Mitra Cipta Argo dikendalikan oleh Wijanto sebagai CEO, terjadi laporan keuangan direkayasa seolah perusahaan mengalami kesulitan keuangan.

Walaupun omset penjualan kala itu tengah tinggi-tingginya. Menurut pemeriksaan internal, Wijanto diduga sudah mengerjakan perbuatan melawan regulasi.

“Adalah, pemalsuan surat dengan menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta asli, juga tindak pidana penggelapan dan pencucian uang,” ujar Margaret.

Atas dasar itu, Margaret melaporkan Wijanto ke Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi nomor LP/B/6652/XI/2023/SPKT/Polda Metro Jaya, tertanggal 6 November 2023. Dalam Laporan Polisi tersebut, Wijanto disebut melanggar Pasal 263 dan/atau Pasal 266 dan/atau Pasal 374 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 4, dan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 perihal Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Adapun saat ini kata dia, laporan yang dilayangkannya sudah ditelusuri oleh kepolisian.