• Mei 25, 2024

Harga Emas Menguat Terbatas Berakhir Dolar AS Melemah

Harga emas menguat pada perdagangan Jumat, 24 Mei 2024 seiring dolar Amerika Serikat (AS) yang melemah. Akan namun, harga emas menuju performa mingguan terburuk dalam 5,5 bulan. Hal itu seiring kemauan penurunan suku bunga oleh bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) melemah.

Mengutip CNBC, Sabtu (25/5/2024), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 2.332,77 per ounce seiring indeks dolar AS tergelincir 0,4 persen. Hal itu membuat emas relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 0,1 persen menjadi USD 2.334,50. Harga emas batangan menempuh rekor tertinggi di USD 2.449,89 pada perdagangan Senin, 20 Mei 2024. Melainkan, harga emas itu telah merosot lebih dari USD 100 sejak dikala itu dan berada di trek penurunan 3 persen pada minggu ini, penurunan mingguan terburuk sejak awal Desember.

Di sisi lain, harga perak di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 30,25. Ini menempuh jenjang tertinggi dalam slot bonus new member 11 tahun pada perdagangan Senin minggu ini.

Harga platinum bertambah 0,8 persen menjadi USD 1.027,25. Harga palladium susut 0,7 persen menjadi USD 962,50. Tiga logam tersebut menuju koreksi mingguan.

\\\”Apa yang selalu kita alami yakni kurangnya atensi pemberi modal Barat kepada ketidakpastian mengenai kapan the Fed akan menurunkan suku bunga. Seperti the Fed menurunkan suku bunga, mereka akan meningkatkan eksposurnya lagi,” ujar Head of Metals Research Bank of America, Michael Widmer.

Sementara itu, risalah pertemuan terakhir the Federal Reserve (the Fed) yang diterbitkan minggu ini menonjolkan trek bank sentral menuju inflasi 2 persen bisa memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

Sentimen Suku Bunga The Fed

Taruhan pelaku pasar menandakan meningkatnya keraguan the Fed akan menurunkan suku bunga lebih dari satu kali pada 2024. Ketika ini pelaku pasar prediksi kans penurunan suku bunga sebesar 63 persen pada November menurut CME FedWatchTool.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas yang tak memberikan imbal hasil menjadi investasi yang kurang menarik.

Sedangkan ada ketidakpastian tentang prospek suku bunga Amerika Serikat (AS), harga emas berhasil naik 13 persen sepanjang 2024, beberapa besar didukung oleh kuatnya permintaan China dan ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung, demikian menurut analis.

“Melainkan, ada risiko dikala ini Anda mungkin melihat pembelian emas dari pemberi modal ritel China akan lebih rendah pada semester kedua 2024 karena pemerintah berupaya lebih keras untuk meningkatkan perekonomian,” ujar Widmer.

Dia menambahkan, jikalau hal itu terjadi, Anda akan kembali pada permintaan pemberi modal Barat dan membawa kembali ke pembicaraan mengenai penurunan suku bunga.